Ini Alasan Memulai Program Kulineran Gowa

Adzan Dhuhur telah berkumandang di musholla yang letaknya persis di seberang bangunan kantor saya. Bagi beberapa orang, waktu break siang, selain dimanfaatkan untuk menunaikan shalat dan istirahat sejenak dari kewajiban pekerjaan, waktu ishoma juga digunakan untuk mencari tempat makan. Di kota Sungguminasa, bukan hal yang sulit menemukan tempat makan. Ada bejibun jumlah warung yang menyajikan makanan tradisional khas Makassar. Kecuali lidahmu sedikit kebarat-baratan, maka kamu mesti bergeser agak jauh ke sebelah utara ke kota Makassar. Karena di kabupaten Gowa, baru satu rumah makan cepat saji franchise, yang letaknya di jalan Tun Abd Razak, perbatasan Gowa-Makassar.

Satu dari beberapa warung makan yang lagi happening di kalangan pegawai dan pejabat Pemkab Gowa adalah warung Sop Ubi Mak Djum. Sejak rame pemberitaan di media massa dan media sosial mengenai kunjungan bapak Bupati Gowa bersama Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) kabupaten Gowa ke warung Sop Ubi Mak Djum ini, membuat banyak orang yang kepo ingin mencoba kenikmatan kuah ayam dan potongan-potongan ubi yang dipadu dengan taburan bawang goreng dan daun sop. Bukan sekali dua kali bapak Bupati Gowa datang bersantap siang di warung ini. Bahkan saking seringnya, beliau juga sering memboyong para tamu dari luar daerah ke tempat ini. Selain warung Sop Ubi Mak Djum, masih banyak warung makan yang luput kita perhatikan apalagi dikunjungi. 

Warung Sop Ubi Mak Djum yang berlokasi di jalan Anggrek Kompleks Hasanuddin Blok C nomor 44, kel. Kalegowa, kec. Somba Opu, kab. Gowa (Foto: Muh. Ansyarullah).

Kuliner Gowa memiliki seribu satu alasan untuk diangkat levelnya setingkat lebih tinggi bahkan melampauinya. Kualitas rasa, keterjangkauan harga, kebersihan, dan suasana warung sudah tentu menjadi potensi yang sungguh sayang bila tidak dimaksimalkan.

Seperti itu pula yang diamini oleh teman-teman dari simpul Jaringan Gowa Kreatif Berkarya (Jangkar). Dengan melalui perencanaan yang singkat, hanya bermodalkan kamera mirrorless, smartphone, dan sticker, mereka kemudian bergerak untuk mengumpulkan data menu, harga, foto makanan dan warung. Data-data ini kemudian disusun dalam postingan singkat di halaman Facebook KULINERAN GOWA. Harapannya bahwa semoga akan lebih banyak orang yang mengetahui mengenai warung-warung ini. Semakin banyak orang yang datang berkunjung dan secara perlahan bisa mengangkat penghasilan para pemilik warung. 

KULINERAN GOWA adalah sebuah program socialpreneur dari Jangkar (Jaringan Gowa Kreatif Berkarya) untuk membantu pelaku UMKM bidang kuliner.

Tim kerja program Kulineran Gowa: Muh. Ansyarullah (koordinator), Wahyudin Mas’ud, Humaerah, Muthi Syahidah, Febby Claudia Hamid, Reza Pahlawan, Mustaqim.

Saat ini ada 7 warung yang sudah terdata, dan akan terus bertambah. Insya Allah, setelah kecamatan Somba Opu, tim kerja Kulineran Gowa merencanakan akan mendata warung-warung di wilayah kecamatan Pallangga dan lainnya. 

Beberapa respon netizen di Halaman Facebook Kulineran Gowa.

Update mengenai perkembangan program Kulineran Gowa akan secara rutin disampaikan melalui blog ini dan halaman Facebook KULINERAN GOWA. Bila kamu punya info mengenai warung makan yang recommended untuk dipromosikan, silakan komentar di postingan ini atau mengunjungi halaman facebook Kulineran Gowa. 

Advertisements

2 thoughts on “Ini Alasan Memulai Program Kulineran Gowa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s